Selasa, 23 April 2013

"Kenapa Sih Harus Ada UN?"


JAKARTA - Ujian nasional (UN) menjadi sebuah upaya pemetaan di sekolah untuk "meluluskan" muridnya menuju jenjang sekolah yang lebih tinggi. Hal ini pun terlihat dari segi kualitas sistem pendidikannya.  "Ada yang mengatakan, 'kenapa sih ada UN segala?' Saya ingin sampaikan kalau pendidikan salah satu bidang yang diotonomikan. Kenapa UN dilakukan? Karena merupakan bagian pemetaan di sekolah sebuah kualitas sistem pendidikan," jelas Staf Khusus Mendikbud Bidang Komunikasi dan Media Sukemi, di Jakarta.

Menurut dia, untuk bisa menentukan alat ukur yang sama bagi semua siswa, yakni didapatlah hasil pemetaan. Hasilnya, daerah-daerah masih kurang dalam segi kualitasnya.

Sukemi meyakini bahwa dengan adanya Kurikulum 2013, maka sistem UN akan berubah polanya. Begitu pula dengan sistem penilaiannya.

"Saya sangat yakin dengan Kurikulum 2013, UN polanya akan berubah. Kalau metodologi berubah, sistem penilaiannya juga berubah, kalau kurikulum 2013 diimplementasikan UN akan diubah polanya," harapnya.

Untuk itu, dirinya mengimbau siswa, guru, orangtua apabila pelaksanaan UN berubah untuk tidak khawatir. Dia menjelaskan, soal ujian susulan akan berbeda dengan soal utama, setiap kelas akan mempunyai barcode tersendiri.

Sukemi menceritakan, permasalahan untuk pencetakan naskah soal dan lembar jawaban UN (LJUN) sebenarnya sudah siap dan tercetak, tetapi untuk sistem pengepakannya dan pendistribusiannya kurang baik.

"Sebetulnya semua soal sudah cetak, tapi bagaimana pengepakan ke distribusi. Karena manajemennya kurang baik dari pemilihan percetakan itu, kita akan tunggu hasil investigasi hasil Kemendikbud. Tidak mungkin kesalahan secara teknis, silakan masyarakat menilai yang berkaitan dengan jabatan kecuali persoalan-persoalan moralitas kita bisa menerimanya," imbuhnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More